5 Kuliner Legendaris Garut yang Tetap Hits Setelah Puluhan Tahun – Kabupaten Garut di Jawa Barat bukan hanya dikenal dengan pesona alamnya, tetapi juga kekayaan kulinernya yang telah bertahan puluhan tahun. Sejumlah tempat makan legendaris bahkan sudah berdiri sejak era 1940-an dan tetap eksis hingga kini. Cita rasa autentik, resep turun-temurun, serta konsistensi kualitas menjadi kunci mengapa slot depo 10k kuliner ini masih digemari lintas generasi.
Berikut lima kuliner legendaris Garut yang tetap hits hingga sekarang.
1. Dodol Garut Picnic
Nama Dodol Garut tentu sudah melekat dengan identitas kota ini. Salah satu pelopor yang berdiri sejak 1940-an adalah Picnic. Usaha ini berkembang pesat dan menjadi ikon oleh-oleh khas Garut.
Dodol Garut Picnic mempertahankan cara memasak tradisional dengan bahan utama tepung ketan, santan, dan gula aren. Proses pengadukan yang memakan waktu berjam-jam menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis legit yang khas. Kini variannya semakin beragam, mulai dari rasa cokelat hingga buah-buahan, namun cita rasa klasiknya tetap menjadi favorit.
2. Sate Maranggi Hj. Yetty
Meski sate maranggi identik dengan Purwakarta, Garut juga memiliki warung legendaris yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu, yakni Sate Maranggi Hj. Yetty. Tempat ini terkenal dengan bumbu rempahnya yang meresap hingga ke dalam daging.
Daging sapi dipotong tebal, dimarinasi dengan racikan kecap dan rempah khas, lalu dibakar di atas arang hingga menghasilkan aroma smokey yang menggoda. Penyajiannya biasanya dilengkapi sambal oncom dan irisan bawang merah segar, menciptakan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas dalam satu gigitan.
3. Burayot Garut
Burayot merupakan jajanan tradisional khas Garut yang sudah dikenal sejak lama. Nama “burayot” berasal dari bentuknya yang menggantung saat digoreng. Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula merah, menghasilkan rasa manis alami dengan tekstur kenyal di dalam dan sedikit renyah di luar.
Hingga kini, burayot masih mudah ditemukan di pasar tradisional maupun sentra oleh-oleh. Meski sederhana, kudapan ini tetap dicari wisatawan karena menghadirkan rasa nostalgia khas kampung halaman.
4. Chocodot Garut
Inovasi kuliner juga lahir dari Garut. Salah satunya adalah Chocodot, cokelat unik yang dikombinasikan dengan dodol. Meski lebih modern dibanding kuliner lainnya, Chocodot tetap mengangkat identitas khas Garut.
Perpaduan cokelat premium dengan potongan dodol menciptakan sensasi rasa manis dan legit yang berbeda. Produk ini berhasil menarik perhatian generasi muda sekaligus wisatawan yang mencari oleh-oleh unik dan kekinian.
5. Soto Ahri Garut
Soto Ahri menjadi salah satu warung makan legendaris yang telah lama berdiri dan tetap ramai pengunjung. Ciri khasnya terletak pada kuah bening yang gurih dengan racikan rempah sederhana namun kaya rasa.
Isian sotonya terdiri dari daging sapi, tauge, dan taburan bawang goreng yang melimpah. Disajikan panas dengan perasan jeruk nipis dan sambal, soto ini cocok dinikmati di tengah udara sejuk Garut.
Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Keberhasilan kuliner legendaris Garut bertahan sejak 1940-an tidak lepas dari konsistensi rasa dan kemampuan beradaptasi dengan zaman. Beberapa pelaku usaha mulai memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar lebih luas tanpa meninggalkan resep asli.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut, mencicipi kuliner legendaris ini bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman menikmati sejarah panjang yang tersaji dalam setiap hidangan. Dari dodol yang kenyal hingga soto yang hangat, semuanya menjadi bagian dari identitas kuliner Garut yang tak lekang oleh waktu.